Selasa, 23 Juli 2013

PES VS FIFA !!!

Bhatti mengemukakan bahwa Konami lebih berfokus untuk menciptakan sensasi gameplay yang lebih baru dan lebih baik lewat PES 2014, tidak hanya sekedar visual definisi tinggi yang jauh lebih sempurna. Percaya bahwa gamer Asia akan lebih lambat pindah ke konsol next-gen juga akhirnya mendorong Konami mengambil kebijakan yang bertolak belakang dengan apa yang dilakukan oleh FIFA: Tidak ada PES 2014 untuk next-gen.
    Perang antara dua franchise game sepakbola terbesar di industri game – FIFA dan PES memang tidak lagi terhindarkan. Namun berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang hanya menawarkan beberapa perubahan fitur yang tidak terasa signifikan, baik EA maupun Konami kini bertempur dengan kemampuan penuh. Ketika EA lebih mengelu-elukan konsol next-gen dengan menjadikan engine teranyarnya – Ignite hadir secara eksklusif, Konami justru lebih memilih untuk mengadaptasikan engine buatan Kojima – Fox Engine hanya untuk konsol generasi saat ini. Seberapa baik engine ini akan merepresentasikan kualitas PES terbaru? Trailer yang dirilis Konami ini tampaknya akan memberikan sedikit gambaran.
   Sejak awal pengenalannya, Konami memang secara konsisten terus menegaskan bahwa pilihan untuk menjadikan Fox Engine sebagai basis PES 2014 bukan hanya untuk memperkuat sisi visualisasi, tetapi juga beberapa mekanisme gameplay terbaru untuk menghasilkan kesan gameplay yang lebih realistis. Beberapa fitur gerakan, AI, dan dinamika perebutan bola kini disempurnakan. Untuk membantu gamer mendapatkan sedikit gambaran, Konami merilis sebuah trailer gameplay teranyar yang difokuskan untuk menjelaskan detail dari setiap fitur terbaru ini. Tidak hanya itu saja, Anda juga bisa mengintip kualitas visual seperti apa yang ditawarkan.
    

Bhatti beralasan bahwa Konami tidak ingin hanya mengejar sisi visual dengan merilis PES 2014 di Xbox One dan PS 4 dengan menyuntikkan tekstur definisi tinggi yang lebih sempurna. Fokus PES 2014 adalah pengalaman bermain yang baru dan lebih baik, lewat beragam fitur gameplay yang dimungkinkan dengan Fox Engine. Dengan pasar yang lebih kuat di Asia, Bhatti juga yakin bahwa gamer di benua ini akan lebih lambat pindah ke konsol next-gen dibandingkan region Eropa. Ia juga menegaskan, bahwa gamer yang kecewa dengan keputusan ini akan terobati begitu menjajal PES 2014 untuk pertama kalinya.

   Bagaimana menurut Anda sendiri? Apakah fokus pada sisi gameplay akan membantu gamer beralih kembali ke PES 2014? Ataukah monopoli FIFA di pasar next-gen sekaligus juga akan menjadi blunder untuk Konami?

Kamis, 18 Juli 2013

FARCRY III GAME EKSPLORASI HUTAN PAPUA NUIGINI





   Liburan yang berakhir bencana dan nasib buruk, ini tampaknya menjadi kesimpulan yang paling tepat untuk menggambarkan kehidupan Jason Brody, sang karakter utama di Far Cry 3. Niat untuk menikmati indahnya iklim dan setting tropis yang ditawarkan oleh Rook Island, Papua Nugini ternyata berubah menjadi petualangan untuk sekedar bertahan hidup. Kegiatan skydiving  yang mereka lakukan menjadi awal mimpi buruk. Brody dan teman-temannya tertangkap oleh Vaas, salah satu panglima organisasi kejahatan yang tengah menguasai Rook Island. Impulsif, sadis, dan “gila”, Vaas membunuh dan menculik teman-teman Brody yang lain untuk mendapatkan uang tebusan. Sementara Brody sendiri? Dilepas untuk apa yang menurut Vaas,  untuk membuat permainan lebih menarik.
   Terluka parah dan nyaris tewas, Brody diselematkan oleh Dennis Rogers, mantan Marinir Amerika Serikat yang kini tengah menetap di Rook Island. Lewat mulut Dennis pulalah, Brody mempelajari tentang perang sipil yang tengah berkobar antara pasukan pemberontak – Rakyat dan Hoyt Volker, otak di belakang organisasi kejahatan yang juga menggawangi  naluri membunuh Vaas. Melihat tujuan Rakyat yang juga melawan Hoyt dan Vaas, Brody mulai mendukung pihak yang satu ini dengan satu tujuan utama: menemukan semua temannya yang sedang ditahan oleh Vaas dan mengirim mereka pulang. Namun bagi Dennis, kehadiran Brody lebih dari sekedar “kebetulan” belaka. Brody dipercaya sebagai pemenuhan ramalan tentang sosok yang akan membantu Rakyat bebas dari penjajahan ini. 
   Lantas, mampukah Brody melawan Hoyt dan Vaas? Apakah teman-teman yang ia sayangi masih mampu bertahan hidup? Apa yang sebenarnya direncakan oleh Citra, Dennis, dan Rakyat secara keseluruhan untuk karakter utama kita ini? Siapa sebenarnya Vaas? Semua jawaban dari pertanyaan ini dapat Anda temukan dengan memainkan Far Cry 3 ini.




Via Jagat Play.com